Tampilkan postingan dengan label Tulisan-Tulisan. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Tulisan-Tulisan. Tampilkan semua postingan

Sabtu, 14 Januari 2017

2017


'Nggak berasa,' Setiap tahun berlalu nggak berasa. Setiap waktu yang menyiksa, setiap hal yang mengecewakan, menyedihkan, atau membosankan kita berharap agar segera berlalu.
Tapi segera setelah berlalu kita dipertemukan dengan rindu.

Selamat memulai kembali. Mimpi-mimpi yang belum sempat tercapai. Nafsu duniawi yang baru. Tabungan amal akherat yang simpang siur naik turun. 
Selamat kembali berjuang dengan janji-janji pada diri, orang tua, guru, kerabat yang amat berharga hingga sayang saja mungkin tidak menjelaskan semuanya.


Kepada kalian yang jauh dari rumah menempuh pendidikan maupun menabung demi masa depan, selamat menikmati petualangan-Nya

Sabtu, 05 November 2016

Praduga

Ini tentang orang-orang yang kamu cintai
Orang-orang yang mengiringi perjalanan kamu, pertumbuhanmu, perubahanmu
Hal-hal yang harus kamu sadari bahwa itupun terjadi pada mereka

Ruang dan waktu
Garis tangan dan rambut yang memutih

Permintaan dan permohonan, perasaan gelisah dan jengkel yang harusnya disebut dalam sekali ucap
Panjang umur yang disemogakan. Sehat yang diharapkan. Tapi apalah kita dibanding rahasia-rahasia Ilahi di setiap lapisan kulit.

Aku takut aku akan menyesalinya suatu saat, aku takut bulir-bulir kecewa yang keluar dari kulit keriput mereka
Aku bahkan takut memikirkan setiap kemungkinan-kemungkinan buruk yang terlintas

Cepat atau lambat.... meresahkan bahkan untuk menuliskannya saja.

Kamis, 22 September 2016

Surabaya Panas

Surabaya memang tidak istimewa
Surabaya bukan kota romantis 
maupun kota para gadis
Tapi takdir membawaku 2 jam perjalanan jalur darat
Bukan sekedar parameter cuaca maupun celcius dan fahrenheit
Bukan semata metropolitan dan ibukota basketball
Surabaya adalah esensi sebuah pertemuan dan penyatuan
Jauh dari cerita heroiknya, Surabaya bukan tempat yang buruk untuk bersama
Bersama-sama 2 jam kurang dan lebih tergantung traffic
Serta beberapa ratus siang dan malam ke depan nanti

Jumat, 05 Agustus 2016

12 BULAN

12 BULAN

Kemarin kebetulan ketika ke RSU. Ada hal yang baru saat ini terasa begitu sensitif di hati jika melihatnya. Yaitu mereka yang berjas putih di usia mudanya. Dokter.
Membayangkan teman SMA yang melanjutkan sekolah di FK, 'apa nanti mereka akan terlihat seperti itu juga ya?'.

Mendengar teman bersekolah di bawah naungan departemen negara. Atau yang diterima di perguruan tinggi terbaik negri maupun yang harus rela 1 tahun menunggu. Apakah saat masanya tiba kita bisa ketemu dengan gelar masing-masing. Perusahaan masing-masing. 

Sungguh naif dan sangat muda.
Perasaan resah di setiap malam, khawatir datangnya pagi terlalu cepat menghapus jejak kebanggaan masa muda yang percaya, yakin, dan penuh semangat mengejar mimpi.

12 Bulan yang ingin kusegerakan di atas segala perasaan tak enak dan ketakutan yang merangkak naik sedikit demi sedikit.

12 Bulan yang akan benar-benar berbeda dari segi dan sudut manapun.
12 Bulan tanpa orang-orang biasanya. Aku memilih 12 Bulan pertamaku. 
Aku memilih tunduk pada ketetapan-Nya semata. Belajar untuk bertahan dan mengasah ketajaman hati. Demi relief yang kokoh dan abadi.
Aku memilih 12 Bulanku, entah kurang atau lebih.




Rabu, 20 April 2016

Ini Bukan Baper, Cuman Kepikiran Aja

Pada suatu masa kita akan bersyukur pernah melaluinya bersama
Sedikit penyesalan justru membuat kita belajar lebih dewasa
Kecewa hanya satu dari sekian juta perasaan yang pernah kita terima
Paling tidak kita jadi tahu apa itu cinta

Pada saatnya jarak akan tercipta memberi izin untuk hati kita merasakan rindu
Menyadarkan kita betapa mahalnya waktu
Berharap hari-hari indah tak segera berlalu
Atau paling tidak, bisa bertemu dalam ruang dan waktu yang satu

Kalian, kita, dan ruang ini adalah puzzle yang baru saja rampung oleh kesudahan potongan-potongan cerita, kata, dan irama
Menunggu untuk disisihkan, diletakkan, dikenang
Memberi ruang untuk mengenang setiap perjuangan

Kalian, kita, dan waktu
Hari-hari itu, peristiwa ini dan itu adalah jawaban Tuhan kepada doa-doa yang kita bisikkan
Sederhana melengkapi segala pencarian








Sabtu, 16 Januari 2016

TERB41K

Tulisan ini Aku persembahkan untuk teman-temanku yang kusayang, angkatan terb41k SMA Negri 8 Malang.
Aku nggak mau nulis banyak-banyak karena aku ngerti membaca itu kadang malesin.

Tahun ini akan menjadi tahun perjuangan paling dramatis untuk mempersiapkan kesuksesan yang harus kita raih habis-habisan.
Karena try out, ujian, dan tetek bengek lainnya akan segera kita hadapi dengan gagah berani dan percaya diri. 
Persetan dengan sistem pendidikan Negri kita tercinta yang suka labil dan bikin pusing, soalnya aku percaya kita adalah generasi spesial yang dikirim Tuhan untuk memperbaiki segala keribetan tersebut.

Aku inget kata Pak Teguh pas Upacara Bendera hari Senin. 30 tahun dari sekarang adalah Indonesia 100 tahun. Bersiaplah rek, bersiaplah memerankan peran penting bagi kemajuan bangsa. Bersiaplah untuk doa-doa yang akan dikabulkan. Bersiaplah untuk membuka pintu-pintu harapan.

Terakhir, untuk setiap momen yang pernah tercipta semoga dapat menjadi kenangan paling indah di masa yang paling romantis. Masa yang hanya datang sekali seumur hidup tapi akan terkenang seumur hidup. Terimakasih telah menjadi bagian dari 3 tahunku. Untuk segala emosi yang pernah tercipta, kasih, sayang, rindu, kecewa, dan sedih. Terimakasih.

Jangan jadi membosankan. Tetaplah seru. Dan mungkin ini agak klise tapi gakpapa. See you on top guys!


Ngambek Sama Debu

Ps:  Untuk tulisan pertama di tahun 2016
       Tulisan ini gak penting

Ngambek Sama Debu

Beberapa hari belakangan selain bernapas aku juga bersin
Untuk bersin yang sekali dua kali itu enak
Tapi jangan banyak-banyak
Nanti malah gaenak

Belakangan aku ngambek sama debu
Karena debu suka ganggu
Mereka kesedot hidungku
Tapi ditolak sama bulu bulu

Setiap bersin ingus suka ikut-ikutan
Hidung jadi kemerah-merahan
Kerjaan jadi ditinggalkan
Karena harus sedot ingus terus-terusan

Ah debu
Ingin rasanya aku mengecil seukuranmu
Bertatap wajah denganmu satu-persatu
dan kuucapkan sumpah serapah setulus hatiku










Sabtu, 26 Desember 2015

Ikuti Aku

Ikuti Aku

Bulan ikuti aku
Cahayamu kadang-kadang biru 
Aku jadi semakin rindu
Bulan kamu berkabut asap seperti kapas
Apakah kamu bernapas?
Bulan, biru, kuning, ataupun merah
Sabit, purnama, maupun gerhana
Iringi langkahku gakpapa

Habiskan malam sampai fajar merana
Putar lagu-lagu dengan irama dilema
Pergi menyelam ke dalam sanubari tak terkira
Sampai lupa bumi ada di mana

Bulan sampai bertemu kembali besok malam bulan
Bersama bintang dan awan-awan
Dalam gantungan antariksa yang menawan

Selasa, 22 Desember 2015

Kuakui

Kuakui

Aku emang cemen,
Aku cemen padamu, karenamu,
olehmu-

Di dunia pararel sana, semut suka kopi
Di dunia sini, aku suka kamu-

Apa kata yang tepat ketika pulang ke rumah?
Yaitu merindukanmu-

Rabu, 09 Desember 2015

Teleporter Vs Telekinator (chapt.1)

Judulnya agak ngawur, maklumin aja

SIAP-SIAP NGGAK KETEMU



^^^^
Terimakasih atas kritik dan sarannya.

Sangat sulit menceritakan dengan rinci bagaimana pertama kali aku bisa melakukannya. Seperti yang aku bilang di awal, sepertinya aku berlebihan dalam berimajinasi.
Tapi bukan soal menyelamatkan dunia yang akan kuceritakan. Ini hanya sepenggalan hidupku. Sekolah. Bagaimana sekolah benar-benar mempengaruhi emosi dan gairah jiwa mudamu. Atas dasar itulah aku memutuskan untuk tidak melanjutkan sekolahku. Tapi agar dramatis aku harus dikeluarkan dari sekolah dengan terhormat. Terlebih kau tahulah apabila orang yang kau suka berada di sekolah yang sama.
Jadi setiap hari aku akan ke sekolah hanya untuk melihatnya dan lalu menghilang. Selama menghilang aku sudah mengunjungi hampir seluruh Eropa, beberapa wilayah yang ku suka di Amerika dan sedikit Rusia, aku suka sejarah mereka. Juga semoga aku tidak salah kamar, karena beberapa dari kamar kalian mungkin telah kusinggahi. Hanya untuk yaaa menambah wawasan tentang perilaku manusia begitulah.
Cukup pamernya.
Cerita ini tidak sampai ke Antartika. Hanya beberapa gang dari rumahku. Aku memiliki musuh. Sangat kuat dan mengancam keberadaanku. Sosok ini memiliki kemampuan telekinesis yang super duper keren dan menurutku agak aneh dan langka. Dia bisa mendatangkan benda apasaja yang dia pikirkan terutama dalam banyak hal adalah senjata untuk menyerang lawan. Aku bersyukur kemampuan terbaikku adalah untuk lari. Oke sedikit pengecut, oke pengecut. Tapi itu adalah strategi, bertahan dan menunggu. Oke alibi terserah. Yang jelas pertarunganku pertama kali dengannya benar-benar heboh.
Pertempuran itu berlangsung ketika jam sekolah telah usai beberapa jam yang lalu tapi kita berdua masih menempati tempat duduk kita masing-masing di kelas tanpa berbicara apapun. Benar, fakta yang mengharukan adalah kita sekelas.
Pertempuran itu harus kukatakan sangat memacu adrenalinku. Aku berdiri dan mengatakan, “udah sore nih, pulang dulu yah!” Terus dia ikut bangkit dan sekejap mataku menangkap sesuatu bergerak di pergelangan tangannya sebelum aku sempat berkedip dia telah melemparkan benda itu tepat ke arahku dengan kecepatan mematikan tapi kau harus tahu satu hal, aku hebat dalam pertarungan jarak dekat. Kemampuanku berteleportasi dalam jarak yang dekat membuatku lebih terlihat seperti flash. Ruang dan waktu dalam kendaliku. Aku berpindah tempat dan menghindar dengan lancar.
Dia tidak berhenti, kembali melempariku sesuatu yang jika kuingat-ingat sepertinya itu bola kasti. Tapi lagi-lagi aku berhasil menghindarinya. Ini akan mudah pikirku awalnya, hanya beberapa serpihan kaca pecah. Tapi wow lihat apa yang dia lakukan. Salah satu meja yang terdekat dengannya lenyap lalu tanpa ba-bi-bu dengan gerakan melempar, meja itu datang lagi ke arahku. Ini sudah sangat merepotkan untuk teman-teman yang mendapat giliran piket besok pagi. Aku kembali hilang dan muncul di sudut kelas lain dan bum bola kasti melayang tepat di mukaku. Sumpah saat itu aku benar-benar melihat burung-burung berputar-putar di atas kepalaku.
Aku bangkit dan gairah bertarungku meledak. “Sore ini akan sangat panjang sobat.”
“Aku suka sore yang panjang, sobat.”
Hal pertama yang kupikirkan adalah berlari sekencang mungkin ke arahnya dan tiba-tiba menghilang dan tiba-tiba muncul kembali tepat di hadapannya dengan pukulan telak di muka. Itu benar-benar pukulan  keras hingga dia terpelanting cukup jauh ke belakang dan membuat tatanan bangku dan meja berantakan seketika. Tapi itu tak bertahan lama, dia segera bangkit dan membuatku tak puas dengan pukulan barusan. Aku kembali menghilang dan muncul kembali di hadapannya berusaha memberikan tendangan tepat di perut tapi dia jauh lebih sigap dari yang kupikir. Setan, kupikir dia benar-benar hebat saat itu ketika berhasil menghindari serangan mendadakku. “Seranganmu benar-benar monoton Njas.”
“Thanks.” Sambil menghindar dia menghadiahiku pukulan di wajah dan di perut yang memaksaku mengerang kesakitan hingga sebelum pukulan ketiga datang aku berteleportasi lebih dulu ke beberapa cm di depan perutnya, meraihnya, mengangkatnya, dan brak membantingnya ke tanah dengan telak. Kemudian aku menindihnya yang terlentang di tanah berharap dapat memberikan satu kali lagi pukulan tepat di wajah. Tapi sebelum itu terlaksana bangku di sisi kiriku tiba-tiba melayang menabrak sekujur badanku dan membuatku terlempar dari atas Dedy.
Wow Ded jika kutulis ini mungkin aku akan terlihat sangat homo, tapi saat itu jantungku benar-benar berdetak kencang luar biasa. Aku segera menghilang dan berpindah tempat, begitu juga Dedy yang segera bangkit dan berdiri dengan ancang-ancang siap menerima serangan tiba-tiba. Tapi aku hanya muncul beberapa centimeter di hadapanya sambil berdiri. Sekejap saling adu pukul terjadi dan cukup sengit, sampai aku mendorongnya hingga mundur beberapa langkah lalu menerjangnya tapi setan Dedy dengan kemampuan bela dirinya memanfaatkan tenaga terjanganku yang labil untuk melemparku ke belakang. Aku tersungkur dan menabrak beberapa bangku, kalau tidak salah itu bangku Ani. Oke itu gak penting bangku siapa. Aku bangkit kembali dengan refleks yang entah mengapa tiba-tiba ingin merapikan seragamku yang sudah tidak karuan.
Serangan selanjutnya tiba, “Ini bakalan bikin koma beberapa hari paling nggak Njas,” Dedy meraih meja sebelah kanannya lalu sambil melakukan gerakan berputar, beberapa bangku lain ikut terangkut. Ketika putarannya yang menggotong beberapa perabotan kelas mendekati 360° yang artinya mengarah padaku aku menghilang dan muncul beberapa meter di atas. Segala suara tabrakan kayu dan kaca jendela yang buruk benar-benar terdengar sore itu. Aku mendarat di tanah dan seketika kembali menghilang menggunakan kesempatanku kali ini dengan sebaik-baiknya. Tendangan balasan ala Taekwondoku telak mendarat di dada Dedy yang membuatnya terpelanting jauh ke belakang dan dari suara napasnya dia terlihat sesak berat.
Tidak ada tanda-tanda Dedy akan melakukan serangan balasan. “Udahan ni?” tanyaku.
Segera dia bangkit sambil mendengus kesal, “Belum anjing.”
BRAAAAK!! Itu suara pintu digebrak dari luar.
                “SIAPAA YANG ANJINNG?!”  Tebak suara siapa. Pak Rud. Guru tatib. Oke sore itu lenyap.
^^^^
Dua hari kemudian aku dan Dedy sama-sama dikeluarkan dari sekolah. Dan belakangan aku tahu, sore itu ‘Dia’ sempat menyaksikan pertarunganku dengan Dedy di kelas dan merupakan orang yang melaporkan kejadian itu ke Pak Rud. Tapi entah mengapa tidak ada rumor-rumor aneh tentang orang yang bisa menghilang atau mendatangkan sesuatu. Anehnya hal ini justru menggelitik perasaanku. Kenapa saat aku mau menghilang, tiba-tiba aku mulai menyukaimu hei.


Selasa, 27 Oktober 2015

Cerita Kerajaan Naga


Mereka adalah makhluk yang sangat sulit dimengerti
Tapi mereka mudah untuk mengerti
Kerajaan mereka adalah tempat tinggal terindah untuk mati
Karena tidak pernah ada api yang mati


Saat itu jumlah manusia tidak terlalu banyak, tapi semunya tersebar, rata
Dan Ratu Naga yang perkasa mengutus satu naga untuk setiap wilayah
Demi matahari dan kehangatannya, itu adalah tindakan paling mulia

Para naga penjaga, yang mendiami suatu wilayah akan kembali ke sarang tiap tahunnya. Saat musim kawin tiba
 Lalu naga yang lebih muda akan menggantikan tugas naga sebelumnya
Begitu seterusnya, sampai sesuatu yang aneh terjadi
3 naga yang diutus berturut menjaga wilayah yang sama hingga di tahun ke-4, tidak ada yang pernah kembali lagi ke sarang

Wilayah tersebut adalah wilayah ter-selatan belahan bumi, wilayah terdingin dengan salju dan es yang nyaris abadi

Awalnya Ratu Naga hanya menganggap naga-naga tersebut sedang tersasar karena jaraknya yang memang terjauh dari sarang. Di tahun kedua-pun Ratu Naga masih mengirim naga pengganti, tidak ingin ada perasaan aneh yang menggerogoti hatinya
Begitu juga di tahun ke-tiga, Ratu Naga masih menjaga ke-kukuh-an prasangka baiknya
Namun hingga tahun ke-empat-pun, kabar yang ia nanti-nanti belum juga tercium asapnya. Baginya ini sudah keterlaluan, ini sudah melewati kesabarannya

Tuan Putri bahkan sudah berulangkali meminta izin ke Ratu untuk mengutusnya ke Selatan
Tapi Ratu tak akan mengizinkan satu-satunya permata dalam hidupnya mengambil tugas tersebut

Sore hari tepat sebelum matahari tenggelam, tepat sebelum Ratu sendiri yang bertindak menuju Selatan, seorang pemuda telah lebih dulu menghadapnya. 
Pemuda yang diutus oleh wilayah Selatan
 Jawaban yang telah lama ia nanti kini berada tepat di hadapannya

Penampilan pemuda itu sangat berantakan, menandakan ia baru sampai dari perjalanan panjang 
Tapi penampilannya yang berantakan tidak sama sekali mengurangi pesona yang melekat pada dirinya
Rambutnya lurus dan putih seputih salju, kulitnya pucat, dan matanya biru sebiru lautan
Penampilannya lebih dari cukup membuat setiap pasang mata yang melihatnya membeku terpesona

Diam-diam, mata Tuan Putri melebar, jantungnya berdegup kencang, dan senyuman lebar mengembang di wajahnya

"""""
Naga pertama telah mati, aku pemuda itu
Naga tersebut tidak kuat menghadapi badai salju yang melanda di bulan-bulan pertama kedatangannya
Naga kedua masih hidup, tapi menderita kecacadan pada sayap kirinya Bongkahan es raksasa jatuh menimpanya saat menyemburkan nafas api di bawah tebing
Dan naga ketiga ditemukan tewas saat perjalanan pulang ke sarangnnya

Naga ketiga adalah yang terkuat, tapi tidak ada yang tahu penyebab kematiannya. Penduduk mengira lagi-lagi badai salju penyebabnya

Pemuda itupun akhirnya memilih tinggal beberapa bulan terlebih dahulu di kerajaan naga sebelum kembali ke tempat asalnya
Dan Ratu memutuskan untuk mengirim naga ke-4 nanti tepat bersamaan dengan kepulangan si pemuda, agar pemuda tersebut tak perlu lagi mengarungi lautan

"""""
Hari berlalu menjadi Minggu lalu Bulan. Tuan Putri tak bisa lagi menahan setiap emosi yang mengucur dari hasrat terdalam ruh-nya. Ia benar-benar telah jatuh cinta pada pemuda Selatan yang bahkan sedikit pun tidak menggubris perasaannya.

Tepat pada malam pesta perpisahan Pemuda Selatan ke wilayahnya, Ratu Es jatuh dari singgahsananya dalam pelukan Tuan Putri. Jasadnya kaku dan dingin, sangat dingin untuk seorang Ratu Naga.
Tarikan napas Tuan Putri menjadi sangat tidak teratur, ini adalah sesuatu yang sangat mustahil. Sesuatu yang tak pernah terlintas sedikitpun dalam pikirannya, bahwa Makhluk Selatan tersebut secara terang-terangan menghujam Ibunya dengan kristal es tepat ke dadanya.

"Maaf, tapi es ku benar-benar tidak cocok dengan api naga kalian. Salah satunya harus dilestarikan dan menurutku sudah saatnya api kalian padam. Naga kalian, siapa yang ingin mendapat giliran mati pertama setelah Ratu kalian yang bijaksana tersebut? Apakah kau wahai Adinda yang termahsyur?"

Ini adalah kesalahan.
Layaknya terompet peperangan dibunyikan, angkasa mengkilap oleh bara semburan ratusan naga yang mengamuk.
Maksudnya, ini benar-benar suatu kesalahan.
Pria ini benar-benar bodoh jika ia berpikir bisa mengalahkan ratusan naga yang mengamuk di sarangnya.

Sungguh ini adalah perang yang sangat sinting. Tuan Putri benar-benar ingin membakar mahkluk biadab tersebut hidup-hidup meski jauh di lubuk hatinya, senyuman pria tersebut telah merobek akal sehatnya sekalipun senyum itu adalah senyuman tersinis dengan aura pembunuh sekalipun. Tuan Putri masih mengagguminnya.

Kau tahu. 1 Bulan adalah waktu yang cukup untuk mempelajari sesuatu. Terlebih jika ini adalah berbulan-bulan. 
Makhluk selatan tersebut tidak sepenuhnya bodoh. Ini merupakan rencananya yang telah dirancang jauh sebelum kedatangnnya ke Kerajaan Naga. Bahkan jauh sebelum naga pertama dikirim ke wilayahnya di Selatan.

Kekuatannya adalah anugerah. Dan Naga adalah lawan yang harus dimusnahkannya.

Hitungan detik menjadi sangat lambat. Api telah menjadi lautan yang membara yang menghanguskan, yang menelan segala yang dihadapinya, yang tiba-tiba saja memusnahkan suatu Kerajaan. Api telah tersebar ke seluruh pulau. Sejauh mata memandang benar-benar hanya api. Api yang mengangkasa. Api yang sangat memedihkan mata. Api yang tak kunjung padam, api yang terus menyebur. Api yang berhasil dipancing keluar oleh seonggok kristal es.

Di sisa tenaganya yang mengucur drastis demi menyelamatkan diri. Sekarang adalah gilirannya. Menyembelih makhluk-makhluk bernapas bau yang sedang kelelahan karena terlalu sering menyemburkan api menjadi tahap selanjutnya dalam rencanannya.

Tuan Putri baru berhasil menemukan Pemuda sinting yang ia cintai telah berdiri di atas kepala naga ke-400 yang tumbang berkat sihir Es yang ia gunakan
.
Otakku benar-benar sinting jika masih berpikir dia gagah sekali berdiri di atas jasad naga

Dan tampa ampun, Putri Naga bertempur melawan Pemuda-Es-Sinting-tapi-Mempesona demi sebuah Kerajaan yang telah terbakar, demi sebuah perasaan yang telah dikecewakan, demi sebuah kepercayaan yang telah dikhianati, dan demi sebuah harapan yang telah direnggut.

Kisah ini tidak memberikan akhir yang bahagia. Kisah ini memiliki akhir yang dingin meski sebuah kerajaan baru saja hangus, hitam gosong menyatu dengan tanah. Kerajaan Naga hancur. Hilang. Terbakar oleh napas Para Naga sendiri.
Kepulan asap pekat berbulan-bulan menghantui daratan. Menyesakkan dan tak kunjung redup.

Naga-naga yang sedang menjaga di berbagai wilayah mengamuk. Mereka kehilangan tempat kembali, kehilangan pemimpin, dan tersesat.
Mereka tidak lagi bersahabat dengan manusia, tidak lagi menjadi penjaga yang hangat. Tapi lawan yang sangat panas.

Pemuda tersebut entahlah. 

Tuan Putri
Sendirian
Melewati hari-hari yang berlalu
Sepi tanpa keriangan lagi
Tanpa kehangatan lagi



Ceritanya ada nyambungnya sama Dingin, Gelap, dan Panas.

Senin, 26 Oktober 2015

3 Tahun

3 Tahun

Jangan terlalu cepat berlalu, aku ingin menikmati setiap detiknya
Jangan terlalu cepat melaju, aku tak ingin terlambat pada setiap kejadiannya

Bila waktu bisa kuulang, aku tak ingin mengulangnya
Aku mencintai setiap kesan pertama
Di mana polos adalah kulit terluarnya
Di mana lugu pada setiap tindakannya
Betapa merah pipi setiap mengingatnya
Betapa rindu setiap mengenangnya

Pada setiap emosi yang tercipta,
Kasih, cinta, sedih, kecewa, dan rindu
Tawa, tangis, dan amarah terimakasih
Terimakasih kalian yang dikirim Tuhan untuk menciptakannya 

Senin, 21 September 2015

September Oktober November Desember

September Oktober November Desember

Bulan-Bulan
Malam dan Siang
Bumi dan Matahari
Waktu dan Tempat
Mimpi dan Harapan
Doa dan Perjuangan
Kasih dan Sayang
Bulan-Bulan
Malam dan Siang
Bumi dan Matahari
Waktu dan Tempat
Mimpi dan Harapan
Doa dan Perjuangan
Kasih dan Sayang

Aku dan Kamu

Kamis, 10 September 2015

Penasaranku

Penasaranku

Oke, baiklah
Nggak banyak kita ngobrol
Tapi yang membuatmu tersenyum adalah bahagiaku
Nggak sedikit tingkah laku-ku yang berlebihan
Tapi yang membuatmu memperhatikanku adalah senangku

Demi seluruh napas yang mengalir mendetakkan jantung
Senyummu menggetarkanku
Apakah itu kemampuanmu?
Membuat lidahku kelu tak bernyali
Apakah itu kebiasaanmu?
Membuat rindu di setiap absenmu
Apakah itu bakatmu?
Membuatku terjaga di setiap malam memikirkanmu 

'Terimakasih telah menjadi alasanku untuk senyum-senyum sendiri'
Terimakasih telah menjadi alasanku untuk semangat bersekolah
Dasar kau bukan cewek byasah.

Jumat, 13 Februari 2015

DINGIN, GELAP, DAN PANAS



DINGIN, GELAP, DAN PANAS

Ada sebuah kisah tentang seorang pemuda yang mahir membekukan sesuatu. Lahir dari keluarga kalangan menengah di musim dingin terpanas. Ketika perang terbesar manusia dengan naga berlangsung.

 Saat tumbuh dewasa, pemuda itu tak ubahnnya seperti mayat, entah jasad maupun sikap. Dingin dan kelam. Sikapnya luar biasa tak acuh, meski seekor naga baru saja membakar habis bangunan di dekatnya. Pemuda itu hanya melihat.

 Jangan-jangan pemuda tersebut sudah terlalu mahir membekukan sesuatu. Termasuk hatinya sendiri.
Tidak ada yang tahu tentang si pemuda yang mahir membekukan sesuatu. Memainkan angin dan air menjadi kristal. Menciptakan keajaiban-keajaiban yang mempesona dari sesuatu yang dingin.
Pun pemuda itu tak tahu bahwa kekuatannya sangat luar biasa. Dan tak terduga.

Tidak ada yang tahu,

 kecuali kegelapan.

Sejengkal sebelum kegelapan nyaris menguasai jiwa pemuda, seekor naga marah berlabuh di hadapannya. Mengatakan akan membumi hanguskan segalannya.
Dalam sekejap api sudah menjalar ke segala penjuru melahap apa yang ada di hadapannya.
Dan lazimnya manusia yang bertahan dari serangan, pemuda itu tanpa disadari telah melepaskan kristal es yang melindunginya dari semburan nafas naga

Hari itu, pertempuran pertamanya resmi dimulai

Meski tak pernah menunjukkan kemampuannya di depan manusia lain, bukan berarti es-nya gampang mencair. Pemuda itu memang dingin tiada tara. Tunggang langgang si naga pertama lawan pertarungannya.

Lalu dalam sekejap, meledak sudah akal sehat manusia-manusia di sekitar yang menyaksikan fenomena luar biasa tersebut. Tak perlu hari, detik ke detik saja sudah dapat semua pasang telinga tentang berita luar biasa tersebut.
Pemuda yang semula diam bahkan tak kasat mata kini mendadak disanjung-sanjung, semua topik pembicaraan adalah dirinya.

Ksatria Es

Begitu orang-orang menyebutnya
Pemuda yang mahir menciptakan kristal es, sang lawan bertempur naga.

Memang sudah tabiatnya yang dingin seperti kemampuannya. Ksatria Es kemudian memutuskan meninggalkan tempat tinggalnya sejauh mungkin. Semakin jauh semakin baik, semakin lama dia tinggal hanya akan membuat dirinya semakin kerepotan

Ksatria Es memulai perjalanannya

Kali ini kegelapan tak akan melepaskannya, tepat saat rembulan menghilang. Menyisakan gelap yang pekat dan familier.
Tibalah dia, Putri Kegelapan yang berdiri di hadapan Ksatria Es diantara kegelapan malam yang pekat bercampur dingin yang menusuk.
Tuan Putri Kegelapan yang anggun tak terkira, kecantikannya yang melegenda ternyata bukan omong kosong. Dan kini ia menampakkan dirinya pada seorang pemuda yang baru saja mengalahkan naga.
Tuan Putri mendekati Ksatria yang tak bergerak sedikitpun posisinya

Malam ini, angin pun berhenti bernapas. Tuan Putri Kegelapan berbicara. Ia menyampaikan smeuanya dalam kepekatan yang tercekat.
Dia, penguasa kegelapan, rupanya jatuh cinta pada Ksatria ES,
Sang pembuat kristal.

Saat kegelapan menyatu dengan dingin yang membekukan, maka tak akan ada lagi yang dapat menghetikan mereka. Makhluk-makhluk akan berselimut dalam ketakutan dan disusupi oleh penderitaan.
Dunia menjadi milik mereka berdua. Itulah yang selama ini dipikirkan oleh Putri Kegelapan

Tapi apa mau dikata? Ksatria Es tak setetes pun kristalnya mencair. Tak setetes pun hatinya tergerak, tetap kokoh terselimut gelombang terdingin yang membuat hatinya mati rasa.

Malam itu di bawah langit yang suram berjubah gemuruh, kekecewaan terbesar telah mengaduk-aduk berantakan sebuah perasaan. Putri Penguasa Kegelapan akhirnya meneteskan air mata ke bumi. Disusul oleh hujan pemberian langit yang kelam. Malam itu adalah malam terburuk. Putri Kegelapan patah hati oleh seorang manusia terdingin.
……...
*Kegelapan selesai, semburat cahaya mentari kembali mengambil alih.
……..
Ksatria Es kembali melanjutkan perjalanan. Ia masuk ke dalam hutan, semakin dalam dan dalam. Sampai tiba di bagian terdalam hutan. Sarang naga.

Bukan tanpa alasan Ksatria Es bisa sampai ke sarang lawan. Ada yang menuntunya.
Siang tercerah musim itu di dalam hutan tak tersentuh manusia. Mendadak siluet gadis melewatinya di antara pepohonan.

Gadis dengan rambut merahnya yang bergelombang dan gaun putihnya yang bercahaya. Tiba-tiba telah membuat retak kristal yang menyelimuti hati Ksatria Es.
Ksatria Es bingung dengan perasaannya yang baru. Mendadak semua kecurigaan berganti dengan penasaran wahai, kenapa mentari mendadak terasa menggelitik

Ksatria Es mengikutinya, hingga sampai di sarang makhluk bernafas api. Gadis itu kemudian berbalik mengahadap Ksatria, menampakkan wujudnya yang luar biasa mempesona dengan sepasang mata indah tiada tara dan senyum yang dapat mengundang kebahagiaan. Kali ini tak terbendung, mencair seketika kristal es yang mengurung hati Ksatria.

Di luar dugaan. Ketika siap menyerahkan hidupnya untuk gadis yang baru saja ia temui di hutan itu, sekumpulan naga sudah mengepungnya.
Sudah menjadi rahasia umum, bahwa penciuman naga adalah yang terbaik. Para naga sudah mengenal baik si Ksatria. Lawan pertarungan terbaik mereka.

Pertarungan Ksatria Es melawan 8 ekor naga sekaligus berlangsung ganas dan sengit. Kemampuan Ksatria yang sedang dimabuk asmara membuat kekuatannya berkali-kali lipat demi mendapatkan gadis pujaanya.
Hingga di pertengahan malam. Barulah mereka berhenti bertempur. Gadis itu yang menghetikannya.

Dialah, Putri Naga, penguasa kerajaan para naga makhluk bernafas api. Gadis yang melelehkan kristal Ksatria Es hanya pada pandangan pertama.
………..
Disisa-sisa kekuatan dan akal sehatnya, Ksatria Es tak sedikitpun berubah perasaanya pada Putri Naga.

Saat Es dan Api bertemu, salah satunya harus mati.

Maka malam itu juga, Putri Naga yang menyabut nyawa Ksatria Es
Kali ini langit telah diaduk-aduk oleh gelombang pengorbanan cinta sejati Ksatria Es

Malam ini, kegelapan sudah lebih dari menjadi saksi.
8 ekor naga lawan pertarungan Ksatria Es mendadak mati satu per satu
Tangannya kini sudah mencengkram erat leher Putri Naga. Apinya tak berdaya ditelan kegelapan. Dan lenyaplah seluruh kerajaan naga di bumi saat itu juga.

   Malam tinggal menyisakan mayat Ksatria Es yang (sangat) dingin dan kegelapan.
 Tuan Putri Kegelapan menjerit sekuat-kuatnya, kesedihan telah menggerogoti sekujur tubuhnya ketika menerima kenyataan bahwa mimpinya telah tiada tanpa pernah sempat ia miliki.

Sejak itulah yang tersisa sampai sekarang hanya ada siang dan malam (kegelapan). Naga telah punah dan musim dingin hanya tetesan air hujan (negara tropis).
Untuk mengabadikan kisah cinta mereka, setiap malam orang-orang yang pergi ke hutan atau ke alam selalu menyalakan api unggun. Lambang api naga yang menghangatkan dingin dalam kegelapan.  

Sabtu, 24 Januari 2015

Judulnya Adalah

Nam dan Ran

Nam jatuh cinta pada Ran
Ran adalah senior Nam di sekolah
Awalnya Nam tidak pernah terpikir akan jatuh seperti ini
Yang Nam tahu, Ran adalah cewek terpopuler di sekolahnya
Biasa saja
Di tahun kedua Nam di sekolah
Nam mendapat tawaran dalam sebuah acara
Tawaran yang  sama dengan Ran
Untuk pertama kalinya mereka dalam satu tim
Dan untuk pertama kalinya mereka berdua berbicara
Masih biasa
Untuk kedua kalinya, di tahun yang sama
 Nam dan Ran kembali disatukan dalam tim
Perbedaan angkatan membuat keduanya berjarak padahal bersama
Tapi alam tidak rela
Mereka terlalu dekat untuk tidak bersama
Bolak balik bintang menggantung nama mereka berdampingan
Tapi matahari keburu datang
Bolak balik Nam dekat dengan Ran
Tapi menit cepat sekali berdentang
Di awal semester kedua di tahun kedua
Di bawah langit yang sepi bintang
Malam datang kepada Nam
Ini tidak biasa
Benar-benar tidak biasa
Nam rindu sekali dekat dengan Ran
Ran sibuk sekali dekat dengan ujian
Di bawah langit yang sepi bintang
Nam mendongak takzim berharap ada bintang yang mengintip
“Kenapa cepat sekali
Kenapa datang sekarang
Lalu akan pergi
Ran
Kenapa suka padamu terasa nyeri
Kenapa menyesal sakit sekali
Ran
Masihkah ada waktu
Bersamamu”
Malam itu Nam membuka bukunya
Menulis apa apa yang harus ditulis
Takut melupakan jika tidak ditulis




Minggu, 04 Januari 2015

Kamu Tahu

Kamu Tahu

Kamu tahu kalau firasat itu melibatkan rasa
Sementara perasaan juga disusun dari rasa
Rasa itu banyak macamnya, banyak rasanya
Ada yang sekejap merasa 
Ada juga yang harus dibantu akal sehat baru terasa
Kadang rasa juga bisa sangat mendadak terasa sampai akal sehat berubah arah
Saat arah sudah berubah, bisa-bisa merasa pun jadi memilukan
Seperti putri malu, rasa bisa memberikan respon
Respon itu menjadi tindakan
Mengantupi dirinya adalah tindakan yang dilakukan putri malu, iya, seperti namanya 
Err.. rasanya memberikan contoh dari tanaman terbaca menggelikan
Padahal manusia adalah ahlinya merasa
Dari nasi padang, pakaian, sampai ramalan, manusia tak rela bila tidak ada rasa
Kamu hanya perlu mencobanya untuk bisa tahu rasanya
Bangun dari tidurmu di pagi hari maka kamu akan merasakan hidup kembali
Walau, meski akan susah untuk mau beranjak dari kasur
Semua tahu rasanya 
Saat udara luar begitu menusuk gunakanlah jaket, barangkali rasa yang dingin itu bisa lebih hangat
Lalu ketika perutmu lapar, kamu bisa pergi ke restoran dan memesan satu porsi nasi padang, niscaya rasa yang terjun ke kecapanmu akan meredakan perutmu 
Rasanya mati kalau rasa tidak ada
Tapi kamu tahu kan? ada sebuah rasa yang bisa menggulung ombak kembali ke laut
Melempar meteor kembali ke antariksa
Mengubur lava kembali ke lahat
Kamu juga akan se-lebay itu jika rasa itu tersentuh dan direspon oleh tubuhmu bahkan oleh arwahmu
Kamu juga sudah tahu, manusia menyebut rasa langit itu dengan cinta
Tidak salah jika ada yang meyebut cinta itu 'berjuta rasanya'
Mungkin sejuta masih kurang
Mungkin hingga bermilliaran, trilliunan, bahkan atau apalah itu istilah yang menunjukkan nilai-nilai tak terhingga tersebut
Cinta juga adalah alasan terciptanya kata-kata: kasih, sayang, rindu, dan macam-macamnya
Cinta itu urusan langit
Tapi seperti hujan
Urusan langit itu akan turun ke bumi
Manusia sebagai pemilik gelar makhluk paling ahli merasa sudah jelas akan merasakannya
Rasakanlah dengan hati-hati
Pakai hatimu tapi kendalikan dengan akalmu
Cinta sangat berpotensi mengubah haluan arahmu
Ia bisa menjadi anugerah atau sebaliknya, bencana
Maka saat cinta tiba-tiba terasa rasakanlah
Saat dia yang memperhatikanmu dengan tulus, bersyukurlah
Menjagamu seakan-akan menjagamu adalah nama tengahnya
Yang selalu menenangkan hatimu yang apabila membuatmu bersedih adalah hal terbodoh yang dia lakukan 
Maka izinkanlah cinta itu tumbuh
Mengalir ke segala penjuru tubuhmu
Lalu bermuara ke jantungmu
Rasakanlah rasa yang berjuta rasanya tersebut

Kamu tahu sebenarnya tidak ada yang benar-benar buruk dari cinta, semuanya baik jika nurani bersamanya
Jika akal dan hati digandengnya
Karena cinta sesungguhnya adalah anugerah
Karena kamu... tahu





Senin, 24 November 2014

Absenmu adalah Rinduku

Absenmu
 adalah
 Rinduku

Sabtu, 11 Oktober 2014

Ceritanya Cerita Pendek

BINTANG JATUH
Pulang magang aku langsung ke stasiun, paman sibuk sekali malam ini. Lagi pula aku ingat betul caranya pulang. Sebenarnya ini juga gara-gara jemuran. Hatiku gelisah terbayang ada maling yang mungkin saja kebetulan melirik pakaian indahku yang menggantung.  
***
            Kira-kira kejadian hebat berlangsung setelah setengah perjalanan di krl (kereta listrik), aku tahu itu karena mataku benar-benar terjaga saat itu—saat ia tiba. Seolah adegan slow motion di film, gadis itu melangkah masuk bagai bintang jatuh mendarat sempurna. Dia seusia denganku rambutnya panjang, mukanya oriental, dan menawan, benar-benar mengganggu konsentrasiku yang sedang celingukan di kereta. Di belakang, ibunya menyusul sambil menenteng tas. Lalu moment itu tiba, matanya bertemu mataku, indah sekaligus jadi salah tingkah. Aku grogi, makin grogi lagi saat dia menuju ke arahku.
Tempat duduk krl sedang padat malam ini, akhirnya dia hanya berdiri berdekatan dengan ibunya yang berdekatan dengan posisi dudukku. Aku semakin gelisah, pikiranku menerawang-nerawang: apa yang terjadi jika ini atau itu yang aku lakukan. Akhirnya setelah plonga-plongo tak berguna dan ditambah kekuatan bulan, keberanianku bulat. Tuhan izinkan Jakarta menjadi saksi.
Akhirnya…
Niat muliaku
yang menegangkan
gagal.
Terlambat, om-om gendut yang berada di seberang dudukku tiba-tiba berdiri lebih cepat mempersilahkan tempatnya untuk si ibu dan anak. Kecut. Untuk menutupi malu karena sudah terlanjur berdiri aku pura-pura saja meregangkan badan. Iya, menyedihkan, dan jangan-jangan…. Ah, ternyata benar gadis itu tahu kejadian bloon apa yang barusan terjadi. Gadis itu tertawa geli melihat aksi gagalku yang ditutup tidak rapi dengan gerakan ‘meregangkan badan’ yang ala kadarnya, meski begitu, ada senyumnya.
 Lalu kejadian yang tidak terduga terjadi, secara ajaib tempat dudukku yang sempat kosong beberapa detik ditinggal berdiri empunya yang gagal keren tiba-tiba sudah terisi, ibu-ibu kantoran berkostum serba hitam sudah duduk di atasnya. Tunggu dulu, dari mana datangnya ibu-ibu kantoran ini? Memangnya bagaimana aku menyadarinya jika bermenit-menit fokusku hanya untuk si Bintang Jatuh. Halah.
“Nggak papa lah dek, olahraga biar kuat,” saut ibu-ibu kantoran itu yang paham dengan ekspresiku.
“Err, iyya bu olahraga berdiri malem-malem di kereta,” jawabku sedikit kaget.
“Harus ikhlas, biar nanti dibales di akherat,” lanjutnya sambil bersiap tidur.
Aku cuman diam, melangkah tak tentu lalu menggenggam erat pegangan di bawah atap krl. Suasana kembali tenang, sambil membenarkan gelagatku yang menyedihkan aku mencoba kuat. Kebetulan atau rencana Tuhankah? bisa-bisanya aku tak sadar melangkah dan berhenti di sebelah buntelan lemak perusak image, om-om gendut tadi. Beliau, eh ‘beliau’ terlalu bagus untuk perusak. Tapi yasudahlah. Beliau sepertinya bersiap turun di stasiun berikutnya. Lalu suara seraknya menegurku sebelum aku berhasil menghindarinya, “Sudah bagus kau punya niat, tak usah kau ragu lah nak. Dia memang cantik, kurang cepat saja kau, hahaha..”  Jleb.
‘Bbbzzzhh’ pintu krl terbuka. “Nah aku turun dulu, selamat malam nak,” om gendut itu meluncur keluar, mulus bagai agar-agar kenyal yang kelebihan air.
Aku bengong. Aku garuk-garuk kepala.
Setelah semua hal memprihatinkan itu, Tuhan sepertinya kasihan kepadaku Dia menjawab doaku yang diam-diam kuselipkan dalam hati.
 “Duduk dek!” suara wanita, bukan si gadis—itu suara ibunya.
“Saya tante?” tanyaku sambil tolah-toleh, mencari-cari orang lain yang mungkin juga dipanggil ‘dek’.
“Emangnya siapa lagi yang lagi olahraga berdiri malem-malem di kereta?” gadis Bintang Jatuh itu menyaut sambil cekikikan, wow dia barusan bicara padaku. 
Memang, pas om gendut itu turun banyak penumpang lainnya juga turun, dan sedikit penumpang baru yang naik, walau lebih renggang dari sebelumnya krl tetap padat. Hanya saja, tempat itu kemudian kosong, tempat di sebelah Ibunda Bintang Jatuh.
“Eh, apa, eh iya,” gelagat mainstream cowok waktu ditegur cewek yang  memikat hatinya. Iyahh grogihh sekalihh. Lalu sambil malu-malu mau, aku duduk dengan diawali Bismillah dan dilanjutkan Alhamdulillah.
“Sendirian aja dek?” tanya ibunya lagi.
“Iya te,” aku berusaha se-rileks mungkin agar terlihat cool di depan anaknya.
“Bukan asli Jakarta yah?” terbongkar. Ketauhan logat ku yang medok.
“Eh hehe, iya te.”
“Kok iya iya aja. Aslinya mana?” masih si ibu, padahal aku berharap anaknya yang melanjutkan.
“Aslinya saya pengen anaknya tante, eh eh. Maksudnya asli Banyuwangi te. Aduh” keceplosan yang luar biasa tolol. Ibunya kaget, lalu kembali tersenyum ramah. Kemudian, diam sesaat. Si anak menahan tawa mendekap mulutnya dengan tangannya.
Hening, cukup hening kecuali suara mesin krl yang bersorak rata tapi gagah.
***
 “Makasih yah bang. Hihi,” gadis itu akhirnya bicara lagi. Sambil memiringkan kepalanya agar dapat melihat dan terlihat, wajahnya cantik masih tergenang sisa senyuman.
“Eh, makasih kenapa?” jangan bilang—
“Sudah mau  kasih tempat duduknya walau nggak jadi, hihihi,” ah, sudah kuduga.
“Oh, itu. Oh iya. Hehe, sama-sama,” aku gagal keren.
Ibu dan anak itu kemudian saling merangkul sambil saling tertawa.
“Dari mana dek, kok malem-malem sendirian?” ibunya lanjut bertanya, lagi.
“UI.”
“Abang kuliah di UI?” si anak langsung menyambar.
“Nggak, cuman bantuin paman di teater. Sekalian liburan aja sih.”
“Teater?.....Ooh..Oh acara teater itu?” seolah-olah hal yang luar biasa baru saja kuucapkan. Tiba-tiba tiba-tiba (sengaja diulang) dia langsung pindah tempat ke sebelah kanan ibunya dan sebelah kiriku. Di sampingku. “Aku tau aku tau bang, acara itu kan, teater itu kan. Aku liat looh..”
Sejak kalimat itu, kita makin hanyut mengobrol dan ketawa-ketawa kecil. Lucu, ketemu di krl dan langsung banyak cerita. Aku jadi ingat pesan guru waktu SD beliau yang aku lupa namanya berpesan agar tidak berbicara dengan orang yang nggak dikenal. Seandainya bertemu guru itu, aku harus mengatakan padanya “Ibu guru… untuk kali ini.. Berbeda.” Sambil mengangguk mantap.
“Jadi abang baru pertama kali ke Jakarta dan uda berani keluar malem sendiri, waaooww.”
“Biasa aja.”
“Ceilah bang gaya bener. Hihihi. Terus terus gimana cewek Jakarta sama cewek Banyuwangi bang. Cantik maaaana ?”
“Sudah jelas lebih cantik calon ibu anak-anak ku. Kamu,” hatiku meraung. Tapi jelas lisanku tidak melepas itu.
“Kepo,” cuman itu yang keluar.
“Yah abang aaah.”
Aku menaikkan bahu.
***
“Hmm. Aku boleh tanya gak.…”
“Tanya apa bang ?”
 Ini bukan sesuatu yang buruk, ini seharusnya wajar untuk aku katakan. Aku sadar mungkin memang terlalu cepat, tapi naluri ku sudah melambung. Ini rumit dan susah dimengerti, perasaan keingintahuan ini muncul saja tiba-tiba.
“Anu.. jadi..”
Gadis di hadapanku ini entah kenapa tetap terlihat cantik sekalipun dengan raut penasarannya.
‘Bbbzzsstthh’ Pintu krl tiba-tiba otomatis terbuka (lagi), kereta berhenti sejenak. Berbeda, jantungku justru semakin kencang berdebar.
“Eh, btw abang turun dimana?” dia menyela, sebelum aku sempat melanjutkan.
“Tebet,” aku masih fokus menyusun kata-kata yang pas untuk dilanjutkan. Sampai tidak menghiraukan sekitar.
“Loh.. Ini bukannya Tebet yah?”
 Buyaarr.
***
“HAH ? serius. Aduh. Gimana yah…?”
“Buruan turun bang, ntar nutup loh pintunya.”
 Waktu memang kadang-kadang menyebalkan. Begitu cepat berlalu saat semuanya indah. Aku buru-buru lari turun dari krl sampai melupakan semuanya. Sampai menelan kata-kata yang sudah siap kususun. “Boleh minta pin BB nya gak?” sesederhana itu. Cemen.
 Hilang sudah. Aku berdiri di luar kereta, membalas lambaian tanganya melepas pertemuan singkat ini. Terus ? Sudah ?
Belum
Aku baru ingat.
“Sampai ketemu lagi di teater bang!” Ucapnya setengah berteriak tadi.
 Lusa dia akan datang di acara teater paman.
Iya, kau akan datang. Kau yang bahkan aku baru ingat aku tak tau namamu. Sampai bertemu lagi lusa. Bintang Jatuh.