'Nggak berasa,' Setiap tahun berlalu nggak berasa. Setiap waktu yang menyiksa, setiap hal yang mengecewakan, menyedihkan, atau membosankan kita berharap agar segera berlalu.
Sabtu, 14 Januari 2017
'Nggak berasa,' Setiap tahun berlalu nggak berasa. Setiap waktu yang menyiksa, setiap hal yang mengecewakan, menyedihkan, atau membosankan kita berharap agar segera berlalu.
Lukman Arrahim
Lorem ipsum dolor sit amet, consectetuer adipiscing elit. Aenean commodo ligula eget dolor Aenean massa.
You Might Also Like
Sabtu, 05 November 2016
Lukman Arrahim
Lorem ipsum dolor sit amet, consectetuer adipiscing elit. Aenean commodo ligula eget dolor Aenean massa.
You Might Also Like
Kamis, 22 September 2016
Surabaya bukan kota romantis
maupun kota para gadis
Tapi takdir membawaku 2 jam perjalanan jalur darat
Bukan sekedar parameter cuaca maupun celcius dan fahrenheit
Bukan semata metropolitan dan ibukota basketball
Surabaya adalah esensi sebuah pertemuan dan penyatuan
Jauh dari cerita heroiknya, Surabaya bukan tempat yang buruk untuk bersama
Bersama-sama 2 jam kurang dan lebih tergantung traffic
Serta beberapa ratus siang dan malam ke depan nanti
Lukman Arrahim
Lorem ipsum dolor sit amet, consectetuer adipiscing elit. Aenean commodo ligula eget dolor Aenean massa.
You Might Also Like
Jumat, 05 Agustus 2016
Kemarin kebetulan ketika ke RSU. Ada hal yang baru saat ini terasa begitu sensitif di hati jika melihatnya. Yaitu mereka yang berjas putih di usia mudanya. Dokter.
Membayangkan teman SMA yang melanjutkan sekolah di FK, 'apa nanti mereka akan terlihat seperti itu juga ya?'.
Mendengar teman bersekolah di bawah naungan departemen negara. Atau yang diterima di perguruan tinggi terbaik negri maupun yang harus rela 1 tahun menunggu. Apakah saat masanya tiba kita bisa ketemu dengan gelar masing-masing. Perusahaan masing-masing.
Sungguh naif dan sangat muda.
Perasaan resah di setiap malam, khawatir datangnya pagi terlalu cepat menghapus jejak kebanggaan masa muda yang percaya, yakin, dan penuh semangat mengejar mimpi.
12 Bulan yang ingin kusegerakan di atas segala perasaan tak enak dan ketakutan yang merangkak naik sedikit demi sedikit.
12 Bulan yang akan benar-benar berbeda dari segi dan sudut manapun.
12 Bulan tanpa orang-orang biasanya. Aku memilih 12 Bulan pertamaku.
Aku memilih tunduk pada ketetapan-Nya semata. Belajar untuk bertahan dan mengasah ketajaman hati. Demi relief yang kokoh dan abadi.
Aku memilih 12 Bulanku, entah kurang atau lebih.
Lukman Arrahim
Lorem ipsum dolor sit amet, consectetuer adipiscing elit. Aenean commodo ligula eget dolor Aenean massa.
You Might Also Like
Rabu, 20 April 2016
Lukman Arrahim
Lorem ipsum dolor sit amet, consectetuer adipiscing elit. Aenean commodo ligula eget dolor Aenean massa.
You Might Also Like
Sabtu, 16 Januari 2016
Aku nggak mau nulis banyak-banyak karena aku ngerti membaca itu kadang malesin.
Tahun ini akan menjadi tahun perjuangan paling dramatis untuk mempersiapkan kesuksesan yang harus kita raih habis-habisan.
Karena try out, ujian, dan tetek bengek lainnya akan segera kita hadapi dengan gagah berani dan percaya diri.
Persetan dengan sistem pendidikan Negri kita tercinta yang suka labil dan bikin pusing, soalnya aku percaya kita adalah generasi spesial yang dikirim Tuhan untuk memperbaiki segala keribetan tersebut.
Aku inget kata Pak Teguh pas Upacara Bendera hari Senin. 30 tahun dari sekarang adalah Indonesia 100 tahun. Bersiaplah rek, bersiaplah memerankan peran penting bagi kemajuan bangsa. Bersiaplah untuk doa-doa yang akan dikabulkan. Bersiaplah untuk membuka pintu-pintu harapan.
Terakhir, untuk setiap momen yang pernah tercipta semoga dapat menjadi kenangan paling indah di masa yang paling romantis. Masa yang hanya datang sekali seumur hidup tapi akan terkenang seumur hidup. Terimakasih telah menjadi bagian dari 3 tahunku. Untuk segala emosi yang pernah tercipta, kasih, sayang, rindu, kecewa, dan sedih. Terimakasih.
Jangan jadi membosankan. Tetaplah seru. Dan mungkin ini agak klise tapi gakpapa. See you on top guys!
Lukman Arrahim
Lorem ipsum dolor sit amet, consectetuer adipiscing elit. Aenean commodo ligula eget dolor Aenean massa.
You Might Also Like
Tulisan ini gak penting
Ngambek Sama Debu
Beberapa hari belakangan selain bernapas aku juga bersin
Untuk bersin yang sekali dua kali itu enak
Tapi jangan banyak-banyak
Nanti malah gaenak
Belakangan aku ngambek sama debu
Karena debu suka ganggu
Mereka kesedot hidungku
Tapi ditolak sama bulu bulu
Setiap bersin ingus suka ikut-ikutan
Hidung jadi kemerah-merahan
Kerjaan jadi ditinggalkan
Karena harus sedot ingus terus-terusan
Ah debu
Ingin rasanya aku mengecil seukuranmu
Bertatap wajah denganmu satu-persatu
dan kuucapkan sumpah serapah setulus hatiku
Lukman Arrahim
Lorem ipsum dolor sit amet, consectetuer adipiscing elit. Aenean commodo ligula eget dolor Aenean massa.
You Might Also Like
Sabtu, 26 Desember 2015
Bulan ikuti aku
Cahayamu kadang-kadang biru
Aku jadi semakin rindu
Bulan kamu berkabut asap seperti kapas
Apakah kamu bernapas?
Bulan, biru, kuning, ataupun merah
Sabit, purnama, maupun gerhana
Iringi langkahku gakpapa
Habiskan malam sampai fajar merana
Putar lagu-lagu dengan irama dilema
Pergi menyelam ke dalam sanubari tak terkira
Sampai lupa bumi ada di mana
Bulan sampai bertemu kembali besok malam bulan
Bersama bintang dan awan-awan
Dalam gantungan antariksa yang menawan
Lukman Arrahim
Lorem ipsum dolor sit amet, consectetuer adipiscing elit. Aenean commodo ligula eget dolor Aenean massa.
You Might Also Like
Selasa, 22 Desember 2015
Aku cemen padamu, karenamu,
olehmu-
Di dunia pararel sana, semut suka kopi
Di dunia sini, aku suka kamu-
Apa kata yang tepat ketika pulang ke rumah?
Yaitu merindukanmu-
Lukman Arrahim
Lorem ipsum dolor sit amet, consectetuer adipiscing elit. Aenean commodo ligula eget dolor Aenean massa.
You Might Also Like
Rabu, 09 Desember 2015
^^^^
Lukman Arrahim
Lorem ipsum dolor sit amet, consectetuer adipiscing elit. Aenean commodo ligula eget dolor Aenean massa.
You Might Also Like
Selasa, 27 Oktober 2015
"""""
Hari berlalu menjadi Minggu lalu Bulan. Tuan Putri tak bisa lagi menahan setiap emosi yang mengucur dari hasrat terdalam ruh-nya. Ia benar-benar telah jatuh cinta pada pemuda Selatan yang bahkan sedikit pun tidak menggubris perasaannya.
Tepat pada malam pesta perpisahan Pemuda Selatan ke wilayahnya, Ratu Es jatuh dari singgahsananya dalam pelukan Tuan Putri. Jasadnya kaku dan dingin, sangat dingin untuk seorang Ratu Naga.
Tarikan napas Tuan Putri menjadi sangat tidak teratur, ini adalah sesuatu yang sangat mustahil. Sesuatu yang tak pernah terlintas sedikitpun dalam pikirannya, bahwa Makhluk Selatan tersebut secara terang-terangan menghujam Ibunya dengan kristal es tepat ke dadanya.
"Maaf, tapi es ku benar-benar tidak cocok dengan api naga kalian. Salah satunya harus dilestarikan dan menurutku sudah saatnya api kalian padam. Naga kalian, siapa yang ingin mendapat giliran mati pertama setelah Ratu kalian yang bijaksana tersebut? Apakah kau wahai Adinda yang termahsyur?"
Ini adalah kesalahan.
Layaknya terompet peperangan dibunyikan, angkasa mengkilap oleh bara semburan ratusan naga yang mengamuk.
Maksudnya, ini benar-benar suatu kesalahan.
Pria ini benar-benar bodoh jika ia berpikir bisa mengalahkan ratusan naga yang mengamuk di sarangnya.
Kau tahu. 1 Bulan adalah waktu yang cukup untuk mempelajari sesuatu. Terlebih jika ini adalah berbulan-bulan.
Makhluk selatan tersebut tidak sepenuhnya bodoh. Ini merupakan rencananya yang telah dirancang jauh sebelum kedatangnnya ke Kerajaan Naga. Bahkan jauh sebelum naga pertama dikirim ke wilayahnya di Selatan.
Kekuatannya adalah anugerah. Dan Naga adalah lawan yang harus dimusnahkannya.
Hitungan detik menjadi sangat lambat. Api telah menjadi lautan yang membara yang menghanguskan, yang menelan segala yang dihadapinya, yang tiba-tiba saja memusnahkan suatu Kerajaan. Api telah tersebar ke seluruh pulau. Sejauh mata memandang benar-benar hanya api. Api yang mengangkasa. Api yang sangat memedihkan mata. Api yang tak kunjung padam, api yang terus menyebur. Api yang berhasil dipancing keluar oleh seonggok kristal es.
Di sisa tenaganya yang mengucur drastis demi menyelamatkan diri. Sekarang adalah gilirannya. Menyembelih makhluk-makhluk bernapas bau yang sedang kelelahan karena terlalu sering menyemburkan api menjadi tahap selanjutnya dalam rencanannya.
Tuan Putri baru berhasil menemukan Pemuda sinting yang ia cintai telah berdiri di atas kepala naga ke-400 yang tumbang berkat sihir Es yang ia gunakan
.
Otakku benar-benar sinting jika masih berpikir dia gagah sekali berdiri di atas jasad naga
Dan tampa ampun, Putri Naga bertempur melawan Pemuda-Es-Sinting-tapi-Mempesona demi sebuah Kerajaan yang telah terbakar, demi sebuah perasaan yang telah dikecewakan, demi sebuah kepercayaan yang telah dikhianati, dan demi sebuah harapan yang telah direnggut.
Kisah ini tidak memberikan akhir yang bahagia. Kisah ini memiliki akhir yang dingin meski sebuah kerajaan baru saja hangus, hitam gosong menyatu dengan tanah. Kerajaan Naga hancur. Hilang. Terbakar oleh napas Para Naga sendiri.
Kepulan asap pekat berbulan-bulan menghantui daratan. Menyesakkan dan tak kunjung redup.
Naga-naga yang sedang menjaga di berbagai wilayah mengamuk. Mereka kehilangan tempat kembali, kehilangan pemimpin, dan tersesat.
Mereka tidak lagi bersahabat dengan manusia, tidak lagi menjadi penjaga yang hangat. Tapi lawan yang sangat panas.
Pemuda tersebut entahlah.
Tuan Putri
Sendirian
Melewati hari-hari yang berlalu
Sepi tanpa keriangan lagi
Tanpa kehangatan lagi
Lukman Arrahim
Lorem ipsum dolor sit amet, consectetuer adipiscing elit. Aenean commodo ligula eget dolor Aenean massa.
You Might Also Like
Senin, 26 Oktober 2015
Jangan terlalu cepat berlalu, aku ingin menikmati setiap detiknya
Jangan terlalu cepat melaju, aku tak ingin terlambat pada setiap kejadiannya
Bila waktu bisa kuulang, aku tak ingin mengulangnya
Aku mencintai setiap kesan pertama
Di mana polos adalah kulit terluarnya
Di mana lugu pada setiap tindakannya
Betapa merah pipi setiap mengingatnya
Betapa rindu setiap mengenangnya
Pada setiap emosi yang tercipta,
Kasih, cinta, sedih, kecewa, dan rindu
Tawa, tangis, dan amarah terimakasih
Terimakasih kalian yang dikirim Tuhan untuk menciptakannya
Lukman Arrahim
Lorem ipsum dolor sit amet, consectetuer adipiscing elit. Aenean commodo ligula eget dolor Aenean massa.
You Might Also Like
Senin, 21 September 2015
Bulan-Bulan
Malam dan Siang
Bumi dan Matahari
Waktu dan Tempat
Mimpi dan Harapan
Doa dan Perjuangan
Kasih dan Sayang
Bulan-Bulan
Malam dan Siang
Bumi dan Matahari
Waktu dan Tempat
Mimpi dan Harapan
Doa dan Perjuangan
Kasih dan Sayang
Aku dan Kamu
Lukman Arrahim
Lorem ipsum dolor sit amet, consectetuer adipiscing elit. Aenean commodo ligula eget dolor Aenean massa.
You Might Also Like
Kamis, 10 September 2015
Lukman Arrahim
Lorem ipsum dolor sit amet, consectetuer adipiscing elit. Aenean commodo ligula eget dolor Aenean massa.
You Might Also Like
Jumat, 13 Februari 2015
Malam ini, angin pun berhenti bernapas. Tuan Putri Kegelapan berbicara. Ia menyampaikan smeuanya dalam kepekatan yang tercekat.
Dia, penguasa kegelapan, rupanya jatuh cinta pada Ksatria ES,
Sang pembuat kristal.
Lukman Arrahim
Lorem ipsum dolor sit amet, consectetuer adipiscing elit. Aenean commodo ligula eget dolor Aenean massa.
You Might Also Like
Sabtu, 24 Januari 2015
Lukman Arrahim
Lorem ipsum dolor sit amet, consectetuer adipiscing elit. Aenean commodo ligula eget dolor Aenean massa.
You Might Also Like
Minggu, 04 Januari 2015
Kamu tahu kalau firasat itu melibatkan rasa
Lukman Arrahim
Lorem ipsum dolor sit amet, consectetuer adipiscing elit. Aenean commodo ligula eget dolor Aenean massa.
You Might Also Like
Senin, 24 November 2014
Lukman Arrahim
Lorem ipsum dolor sit amet, consectetuer adipiscing elit. Aenean commodo ligula eget dolor Aenean massa.
You Might Also Like
Sabtu, 11 Oktober 2014
Lukman Arrahim
Lorem ipsum dolor sit amet, consectetuer adipiscing elit. Aenean commodo ligula eget dolor Aenean massa.



